Fenomena bentuk F di Web
Kata Nana (Comment on “Is Google making us stupid?”), ” … saya sering searching informasi, bila ada yang relevan yang dibaca hanya judul dan 5 baris ke bawah selanjutnya saya simpan, ….” Gejala yang diamati Nana pada dirinya sendiri adalah variasi dari suatu gejala yang sudah menjadi begitu umum sehingga bahkan sudah diberi nama, yaitu F-shaped pattern. Kalau anda belum pernah mendeteksinya pada diri sendiri, cobalah kapan-kapan kalau berinternet amati perilaku anda sendiri selagi membaca di Web. Niscaya anda akan sadar bahwa anda sering pakai teknik membaca yang berbentuk F. Tentu saja tidak selalu. Tergantung content halaman yang sedang dilihat-lihat, dikombinasikan dengan minat atau kepentingan khusus si pembaca pada saat tertentu.
Jakob Nielsen’s Alertbox, 17 April 2006: F-Shaped Pattern For Reading Web Content melaporkan studi Nielson Norman Group yang mempelajari gerakan mata pengguna dan merekam bagaimana 232 pengguna melihat –lihat ribuan halaman Web. Eyetracking study ini dilakukan dengan menggunakan kamera dan infrared emittters. Ditemukan bahwa perilaku membaca para pengguna cukup konsisten meskipun halaman yang dilihat bermacam-macam. Pola dominan adalah pola yang mirip bentuk F: dua baris horisontal diikuti satu baris vertikal. Tiga komponennya kira-kira begini:
- Pengguna pertama-tama membaca dengan gerakan horisontal, biasanya di bagian isi (content) paling atas, jadi paragraf pertama, walaupun tidak selalu keseluruhannya. Ini menjadi baris horisontal F yang atas.
- Kemudian, mata pengguna turun sedikit ke bawah ke paragraf kedua dan membaca dengan gerakan horisontal lagi, tapi tidak begitu melebar seperti gerakan pertama. Ini menjadi baris horisontal F yang bawah.
- Akhirnya pengguna men-scan isi yang sebelah kiri dengan menggunakan gerakan vertikal. Ini membentuk batang atau baris vertikal dari F.
Tentu saja pola scanning pengguna tidak selalu terdiri atas tiga bagian persis seperti ini. Kadang-kadang polanya lebih mirip E daripada F. Atau kadang-kadang pengguna hanya baca horisontal di satu bagian, sehingga polanya jadi sperti L terbalik (palangnya di atas). Tapi secara keseluruhan polanya biasanya seperti F, meskipun jarak antara baris atas dan bawah bisa beda-beda.
Informasi (teks) yang berada disebelah kanan halaman web, menurut banyak pengamat perilaku membaca (reading behaviour) pengguna Web, boleh dikatakan diabaikan total. Temuan seperti ini tentu saja sangat penting bagi copywriter.
Nah, F yaitu fast. Begitulah pengguna membaca isi halaman Web. Dalam beberapa detik mata bergerak secepat kilat melintasi kata-kata di situs web, memakai pola yang beda sekali dari yang dulu diajarkan di sekolah. Atau yang sampai kini digunakan untuk membaca “beneran”. Maksudnya, baca buku tercetak. Atau …… mungkinkah fenomena ini juga sudah menjalar ke membaca “beneran”? Jadi tidak ada membaca “beneran” lagi? Ah, mengerikan …………..