“Freedom” untuk membatasi kebebasan

Seorang mahasiswa program S3 dari School of Information and Library Science University of North Carolina di Chapel Hill telah menciptakan suatu aplikasi yang dia beri nama “Freedom”. Fred Stutzman membuat aplikasi ini bagi mereka yang tidak mampu melawan daya tarik Internet. The Chronicle of Higher Education – The Wired Campus : Education – Technology news from around the Web menulis tentang Fred dan aplikasinya dalam berita berjudul “Computer Program Wants to Free Scholars From Computer Distractions”. Begini kisah Fred dan aplikasinya:

Fred Stutzman berpendapat bahwa para ilmuwan harus dengan sukarela membatasi penggunaan Internet. Itu memang tidak mudah, sebab seperti Fred berkata pada The Chronicle, “When there’s wireless everywhere, how do we really escape the Internet?”

Jalan keluar menurutnya, ialah untuk menyerahkan hak untuk berselancar di Web pada semacam robot yang bertindak sebagai bu guru yang mengawasi. Freedom adalah aplikasi yang bisa me-nonaktifkan network adapter komputer untuk waktu tertentu, sehingga pemilik komputer tidak bisa ber-Internet ria. Bisa sampai delapan jam lamanya, kalau itu memang dikehendaki.

Fred Stutzman menciptakan Freedom sebagai alat untuk peneliti dan penulis seperti dia sendiri, yang seperti banyak pengguna Internet, juga sudah begitu kecanduan sehingga mereka harus menjauhkan diri dari Internet agar bisa berkonsentrasi pada pekerjaan mereka. Sebagai mahasiswa tingkat doktoral ia sangat akrab dengan gejala ini. Semua orang yang harus lama-lama menulis atau meneliti lewat Internet pasti mengalaminya. Sebab sangat sulit untuk menarik garis tegas antara bekerja dan membuang-buang waktu.

Menurut Fred, kalau kita pakai alat seperti Freedom, itu bukan karena kita kurang kuat, kurang mampu mengendalikan diri. Itu hanya akibat dari cepatnya teknologi informasi telah merasuk kehidupan modern. Kita belum siap untuk mengendalikan nafsu-nafsu kita sepenuhnya. Freedom adalah cara paksa yang keras untuk membuat orang berfokus. Seperti merebut kembali kendali yang sudah dikuasai komputer.

Dalam keadaan darurat pengguna bisa melumpuhkan Freedom dengan rebooting. Tapi asumsinya ialah bahwa orang akan malas. Start lagi dan tunggu sampai komputer siap beroperasi lagi terasa repot, maka tidak jadi reboot.

Tertarik? Apa di antara anda ada yang membutuhkan kebebasan untuk membatasi kebebasan?

Aplikasi Fred adalah aplikasi shareware, jadi gratis. Tapi donasi sukarela sangat diapresiasi, karena donasi akan dipakai untuk mengembangkan versi lebih baru. Fred cerita ia sudah menerima 300 dollar sejak aplikasinya diperkenalkan setahun yang lalu. Lumayan juga. Tapi dari Comments para pembaca berita ini ternyata bahwa Fred baru bikin versi untuk Mac, belum untuk Windows. Ada juga comment dari seorang pembaca yang bilang ia tidak mengerti mengapa media seperti The Chronicle mau muat berita yang tidak penting dan kurang bermutu seperti kisah Fred dan Freedom. Hm . . . . mungkin ada juga yang bertanya-tanya mengapa dimuat di blog ini? Jawabannya: (1) Blog ini bukan media serius, ternama, dan berkualitas tinggi seperti The Chronicle; (2) Berita ini dimasukkan di kategori “Selingan” yang memang bertujuan menyajikan cemilan ringan. Yang ringan ini perlu supaya anda bisa tarik napas. Post berikut lebih bergizi, tapi sebab itu tidak bisa ditelan begitu saja seperti cemilan ini!

Advertisement
Explore posts in the same categories: Selingan

One Comment on ““Freedom” untuk membatasi kebebasan”

  1. arupphala Says:

    sofware yang bagus… teringat ketika dulu sedang kerja tesis..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.